T e m u k a n T e m p a t d a n M a k a n a n F a v o r i t m u !

Kenny Rogers Roasters Bandung

"Less Fat, Less Salt, Less Calories"
Adalah tagline yang diusung Restorant Kenny Rogers ROASTERS untuk hidangan yang disajikan pada pengunjungnya.
Siapa yang tak kenal restoran Kenny Rogers ROASTERS.  Resto yang namanya diambil dari penyanyi terkenal Amerika ini, Rabu (22/10) lalu mengadakan Grand Opening cabang ke-27 di Paris Van Java, Bandung. Dibuka dengan sambutan dari Marketing Manager Kenny Rogers Roasters, Ajeng Dwiyacita, yang menjelaskan apa rahasia kelezatan ayam Kenny Rogers ROASTERS.
Dalam acara Grand Opening tersebut, aku berkesempatan mencicipi hidangan khas ternamanya, Rotisserie - Roasted Chicken - disajikan dengan BBQ Baked Bean, Mashed potato dan Coleslaw. Rasanya...hhmmm. Rotisserie - Roasted Chicken merupakan menu utama yang dilengkapi oleh hot dan coldside dish yang variatif. Dapat dipilih sesuai keinginan pengunjung, seperti Spicy Asian Salad, Macaroni & Cheese, Fresh Fruit Salad, BBQ Baked Bean, Mashed Potato & Gravy, Crispy Garden Salad, dan Aromatic Rice.

Sebenarnya buat aku selain ambience, beberapa campuran bumbu dan cita rasa memang menjadi pemikiran apakah resto itu layak atau tidak menjadi tempat tujuan bersantap. Dan Kenny Rogers ROASTERS sangat layak dikunjungi. Restoran Mid-Casual Dining ini memberikan suasana yang nyaman, dilengkapi pula dengan WIFI di semua outletnya. Termasuk di outlet terbarunya ini yang berlokasi di Paris Van Java, lantai GF.

Di Restoran Kenny Rogers ROASTERS, ayam yang disajikan diolah dengan cara dipanggang dalam mesin Rotisserie selama lebih dari satu jam dengan suhu 268 - 279 derajat celcius. Cara tersebut dimaksudkan agar dapat menghilangkan lemak tapi tidak meninggalkan cita rasanya. Bumbu yang tertoreh pada lapisan kulit luar daging ayam so delicious. Tanpa perlu khawatir akan endapan minyak, lemak serta kalori tinggi pada di kulit tersebut. Karena dalam proses pengolahannya tidak menggunakan metode goreng (fried), juga pada seluruh menu makanan sehingga lebih sehat.

Texas Tortilla Wrap Meal
Roasted chicken Salad Meal
Kenny's Chicken Garden Meal
Sebenarnya aku pengin coba menu terbarunya, Kenny's Shrimps Feast, tapi satu menu di atas aja sudah membuat kenyang. Kenny's Shrimps Feast merupakan pilihan alternatif dengan Shrimps (udang) sebagai menu utamanya. Dan udangnya tetap diolah dengan cara dibaked, bukan digoreng.
Untuk menu Chicken, jika potongan ayam tiap porsi dianggap terlalu besar, ada pilihan porsi yang lebih kecil. Coba deh DrumpStick. Potongan paha atau sayap (wings).
Kalau kamu ke sini, jangan lupa cicipi juga Kenny's Famous Home-Made Muffins nya. Dengan 3 sajian rasa: Golden vanila, Banana Raisin, dan Chocolate raisin, semua merupakan hidangan pembuka andalan restoran ini.

Mulut yang sudah beraneka ragam rasanya, dapat dibasuh dengan beberapa minuman. Ada Ice Blended, pilihan Hot & Ice Coffe, bermacam-macam pilihan rasa teh dan Yoghurt Ice Blend menambah kenyamanan para pengunjung,


Dengan dibukanya cabang ke-27 di Paris van Java, Bandung, dapat memanjakan lidah para pecinta kuliner juga mendukung hidup sehat yang dikemas secara berbeda dari yang lain.

***
Others :

  •  Paris Van Java  Lantai GF, Sukajadi Bandung
  • Open daily 10am-9pm
  • Kapasitas : 100 seat
  • Twitter/IG : @kennyrogersID; Facebook : KennyRogersID

Colours of India : Cita Rasa India Hotel Berbintang

Sebagai ibukota dan pusat bisnis tersibuk di Indonesia, Jakarta punya banyak pilihan hotel untuk para pendatangnya. Entah sekedar berkunjung untuk liburan dan bersantai ataupun urusan bisnis, Jakarta seolah tidak pernah kehabisan hotel untuk dipilih. Tetapi, kemacetan yang semakin parah di Jakarta tentunya membuat wisatawan lebih nyaman memilih hotel yang berada dekat dengan destinasi incaran atau tempatnya berbisnis. Selain itu, ada baiknya juga kalau hotel yang akan dipilih memiliki tempat makanan atau pusat kuliner.
Wisata kuliner, adalah salah satu tujuan populer orang melakukan perjalanan wisata. Mencicipi hidangan khas yang dimiliki masing-masing negara, pastilah mendatangkan kepuasan. Namun, bila belum sempat datang berkunjung langsung ke negara idaman, tak berarti petualangan kuliner terhenti.
Seperti yang aku rasakan saat mencicipi kuliner India di Signature Restaurant, 4 Oktober silam. Signature Restaurant bukanlah restaurant India, tetapi dari tanggal 2 - 17 Oktober, restaurant yang berada tepat di Hotel Indonesia Kempinski ini mempersembahkan Colours of India, merupakan acara yang diadakan untuk mengawali Festival Diwali yang jatuh pada bulan Oktober 2014.
Colours of India menampilkan hidangan authentic yang menawarkan cita rasa tingi sajian khas India. Begitu memasuki Signature Restaurant, ambience sangat terasa dengan sentuhan dekorasi ala negeri Mahatma Gandhi. Ditampilkan juga pertunjukan tari tradisional India pada 4, 5, 11 dan 12 Oktober. Selama tanggal tersebut, koki India juga akan mengadakan demo memasak secara live.
Selain itu, ada amal dan undian menarik bagi pengunjung yang membeli suvenir India seharga 100 ribu. Hadiah utama adalah satu-malam menginap di Presidential Suite senilai hampir Rp 200 juta! Sedangkan dana amal akan digunakan untuk memberikan beasiswa satu bulan untuk setiap siswa SD Pembangunan Masyarakat di Gunung Sahari, yang orang tuanya kebanyakan pembantu rumah tangga dan pekerja konstruksi.
Properti khas India. (Foto:Tanti Neng Amalia)
Menu yang disajikan dalam Colours of India sangat bervariasi. Selain authentic, beberapa makanan disesuaikan dengan kondisi lidah lokal dan ekspatriat. Beberapa mitos makanan India yang selalu spicytoo sweet, and vegetarian only tidak ku temukan di sini. Masakan India memang biasanya kaya rasa karena penggunaan bumbu serta rempah-rempah yang beraneka ragam. Untuk makanan pokoknya banyak terdiri dari berbagai macam kacang-kacangan, roti, beras, acar, sayuran yang dimasak berupa kari India. Penggunaan rempah-rempah sebagai bumbu penyedap bermanfaat membantu untuk membangun nafsu makan. Rempah-rempah seperti kayu manis atau kapulaga merupakan bahan yang sering digunakan pada masakan India, bahan-bahan ini yang meminjamkan rasa yang pasti dan bermanfaat untuk pencernaan. 


Masakan India sebenarnya bervariasi sesuai dengan daerah dan budaya. Di sini, rasa dan bahan utama berubah tergantung daerah dan budayanya. 
Yuk, kita cari tahu sama-sama, apa dan bagaimana rasa makanan India yg sempat ku cicipi di Colours of India Signature Restaurant Hotel Kempinski, Jakarta :

Makanan pertama yang pertama ku hampiri berupa makanan pembuka. Aku lupa namanya, terdiri atas beberapa potong daging ayam panggang, gulungan ikan salmon panggang dan martabak. Disajikan dengan aneka saos. Tapi maaf, aku lupa memfotonya. 
Makanan pembuka ini aku suka semua, terutama ayam panggang dan salmon. 

Mutton Yakhni Pulao 
Mutton Yakhni Pulao, Rice cooked together with mutton and curd
Penampakannya seperti hidangan nasi kebuli, nasi yang dimasak dicampur dengan daging kambing. Yang unik adalah ada tambahan yoghurt dan lada hitamnya yang sengaja dicampur bulat-bulat. Ini merupakan nasi khas India. Menggunakan beras basmati, beras yang mempunyai aroma dan keunikannya. Unik karena butiran yang panjang dan aromanya seperti kacang merupakan suatu kekhasan beras yang berasal Pegunungan Himalaya yang membentang antara India dan Pakistan. Beras Basmati mengandung karbohidrat, protein, sedikit Lemak, serat, vitamin, dan mineral. 
Hidangan Pulao merupakan salah satu hidangan India Selatan yang populer.   

Butter Chicken 
Setelah mencicip Mutton Yakhni tadi disusul dengan hidangan Butter Chicken. Butter Chicken ini berbumbu kental, dan sudah pasti ini sangat kaya akan bumbu dapur. Aku tidak tahu persis campuran bumbunya, tapi setidaknya aku mengenali ada rasa tomat,bawang merah, dan bawang putih, cabai, garam, kapulaga, jahe, ketumbar, kayu manis dan entah apalagi. Dan barangkali ada susu. Bahan utamanya tentu sesuai dengan namanya yakni daging ayam dan mentega. Aku suka rasa masakan ini. 

Dum Aloo Lucknowi 
Dum Aloo Lucknowi, Baby Potato in sweet and sour gravy
Dum aloo itu artinya baby potato, alias kentang kecil-kecil. Lucknowi dum aloo adalah salah satu kari India utara yang paling banyak disukai. Baby potato digoreng dan kemudian dimasak dengan bumbu kari, banyak rempah-rempah seperti cabe merah, bubuk adas, bubuk kapulaga, jinten bubuk-ketumbar, jahe, bawang putih. Penampakannya antara mirip kari dan semur, ada rasa dari asem jawa (imli). 

Dhiwani Handi 
Dhiwani Handi, vegetable curry
Ini semacam olahan sayuran. Mirip sayur godog (iih, masih kebayang aja sajian Idul Adha kemaren). Campuran kentang, kacang polong, wortel, dan jagung pipil. Agak pedas. Rasanya juga sangat menyengat, antara jahe, bawang putih, dan ketumbar. Disajikan dengan taburan daun ketumbar yang dicincang. Dhiwani Handi ini harus disajikan panas. Dimakan untuk toping roti canai juga enak loh. 

Shahitukra
Shahitukra, fried bread in saffron condensed milk
Ini merupakan makanan penutupku. Roti goreng dalam susu kental saffron. Ini adalah hidangan Hyderabadi. Konon, jaman dahulu ini biasa dihidangkan untuk sebuah pesta makan malam besar. Paling enak disajikan dingin.
Shahitukra ini ada campuran kacang mete, irisan almond, kacang pistachi, susu evaporated, bubuk kapulaga, dan sejumput saffron.
Saffron adalah jenis rempah kering yang didapat dari putik bunga Crocus sativus asal Mediterania. Rempah bumbu ini umumnya digunakan di dapur Eropa, Timur Tengah, dan Asia, khususnya India (Kashmir) dan Iran. Selain memberikan warna jingga keemasan, saffron juga menyumbang aroma khas pada kari, berbagai hidangan nasi, atau dessert. Meski begitu, penggunaannya tetap harus dibatasi, karena jika berlebihan dapat menimbulkan rasa pahit. Jika tidak ada, dapat diganti dengan kunyit atau pewarna kuning makanan.

Ada juga Besan Halwa dan makanan penutup lainnya. Karena aku tau rasanya manis semua, aku memilih mencicipi roti canai. Roti canai sudah familiar di Indonesia, biasanya bisa ditemukan di rumah makan Aceh. Roti ini sangat pipih karena dibuat dengan cara diputar hingga tipis, kemudian dilipat dan dipanggang dengan minyak, atau bisa pula dengan menebarkan adonan setipis mungkin di atas panggangan. Aku biasanya menjumpai roti canai dihidangkan dengan kari kambing, tapi kemaren banyak pilihan pasangan roti pipih ini. Dan aku memilih dimakan dengan kulcha.
roti canai
Bagaimana dengan minuman khas India? Aku tidak sempat mencobanya. Orang India senang minum air putih sewaktu makan karena dianggap tidak mengacaukan rasa makanan.
Walaupun aku hanya mencoba sedikit dari setiap makanan yang jenisnya banyak itu, perut terasa sangat kenyang.
Merupakan pengalaman kuliner yang menarik.
  1. Signatures Restaurant (located on the ground floor of Hotel Indonesia Kempinski)
  2. Location :  Jalan M.H. Thamrin No.1, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310
  3. Telepon : (021) 2358 3898
  4. Opening Hours :
  5. From Thursday 2 October to Friday 17 October 2014
  6. For weekend brunch or weekday lunch (12.00 to 15:00) and dinner (from 18.00 to 22.00)
  7. Price :
  8. Lunch buffet IDR 248,000 ++; Dinner buffet IDR 268,000 ++ (includes all food and teh tarik);  Brunch buffet IDR 338.000++ (includes all food and beverages); Brunch buffet with live cooking demo IDR 450,000++

Bersama chef Aswani Kumar Singh, chef tamu yang didatangkan lansung dari New Delhi

Pilihan Kuliner Nusantara : "Sulawesi Nyamanna'...Pe sadap"

Mau menikmati masakan nusantara dalam satu waktu? Hhmm...Coba saja datang ke Festival Kuliner Serpong yang ada di Summarecon Mall SerpongMencicipi masakan mulai dari masakan khas Jakarta sampai masakan khas Bali, semua ada. Atau mencicipi masakan dengan rasa nyeleneh, masakan khas Sulawesi? Itu pilihanku.

Festival Kuliner Serpong  ini bisa dinikmati sampai dengan tanggal 7 September 2014 loh. Tema yang diusung adalah "Sulawesi Nyamanna'...Pe sadap". Nah, buat pecinta kuliner nusantara, saatnya nih menikmati aneka makanan khas daerah Makassar, Manado, dan Gorontalo.

Dan ini dia aneka kuliner Selawesi yang berhasil kunikmati di Festival Kuliner Serpong 2014...
Coto Makasar 
Siapa juga yang tidak kenal masakan khas Sulawesi Utara ini. Makanan sejenis soto yang berisi jeroan (isi perut) sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus. Hidangkan dengan taburan daun bawang dan irisan bawang goreng, untuk menambah pedas dapat ditambahkan sambal yang beda dari biasanya. Coto dihidangkan dalam mangkuk dan dimakan dengan burasa (ketupat). 

Ikan Tude Bakar Rica 
Ikan yang digunakan bisa ikan kembung banjar atau ikan tongkol. Ikan tude-nya dibakar diatas bara api hingga matang dan kecoklatan, lalu disiram dengan bumbu rica-rica. Bumbunya terbuat dari irisan bawang merah, cabai rawit, tomat, dan sedikit rasa jeruk nipis, yang ditumis sebelumnya.

Sop Konro / Konro Bakar
Harus masuk dalam antrian panjang saat aku memesan sop konro ini di Festival Kuliner Serpong. Ini merupakan masakan khas Sulawesi yang paling banyak diminati oleh pengunjung. Pilihan variasinya ada dua, tulang iga dibakar bersama siraman bumbu kacang, atau yang langsung direbus bersama kuah seperti sop iga pada umumnya. Mau dibakar atau direbus biasa di dalam kuah sop, tulang iga ini tetap enak disantap. Aroma rempah khas Indonesia sangat terasa pada daging iganya.

Mie Cakalang Rebus
Menu Mie Cakalang (rebus) ini ku dapat di tenant Mie Cakalang Rumah Palem Festival Kuliner Serpong 2014. Ada 3 jenis masakan yang menggunakan ikan cakalang, yaitu mie goreng cakalang, mie rebus cakalang, dan nasi goreng cakalang. Ikan cakalang yang dipakainya pun berbeda-beda. Untuk Mie cakalang rebus memakai ikan cakalang fufu. Disajikan dengan irisan daun bawang yang banyak, jeruk nipis, dan pasti....sambal.

Jajanan Sulawesi

Sebenarnya aku kurang mengenal kue-kue khas Sulawesi, tapi rasa penasaran yang akhirnya membuatku tergiur juga untuk mencicipinya. Ada Balapis (kue lapis, rasanya legit dan aku suka banget!), Biapong goreng (nama lain dari bakpau), Apang Coe (mirip kue apem gula merah yang ditakir daun pandan), dan....
Jajanan yang menjadi santapan terakhirku di Festival Kuliner Serpong 2014 adalah....Lumpia Sulawesi. Kulit lumpianya garing saat digigit. Isinya ada irisan bengkuang, ebi, dan bawang putih. Nikmat disantap dengan cocolan sambal tauco khas Makassar.


Wah, benar makanan-makanan khas Sulawesi ini bisa menggoyang lidah. Keberanian memasukkan berbagai bumbu membuat setiap makanannya selalu dicari orang. Setelah sebulan yang lalu menikmati aneka masakan khas manado di salah satu restoran Jakarta, senang bisa menikmatinya kembali di Festival Kuliner Serpong ini