T e m u k a n T e m p a t d a n M a k a n a n F a v o r i t m u !
Tampilkan postingan dengan label Eat & Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eat & Travel. Tampilkan semua postingan

Menikmati Menu Baru Pepper Lunch

Sabtu (1/11) lalu aku berkesempatan mengikuti acara dari Indonesian Food Blogger. Ini merupakan acara pertama bagi ku bergabung dengan blogger-blogger pecinta makanan. Senang sekali bisa bertemu dengan teman-teman baru. Selain Fadlun, ada Fitri Rosdiani dan Yunika umar yang ku kenal di sana

Acara hari itu adalah mereview menu baru restoran Jepang di Bintaro ExchagePepper Lunch Resto 
Pepperlunch adalah restoran franchise asal Jepang. Keunikan restoran ini adalah konsep The Original Japanese DIY Teppan Restaurant. dimana pengunjung dapat memasak makanan sendiri menurut selera masing-masing (DIY = Do It Yourself). Dan ini merupakan ciri khas dari Pepper Lunch. Setiap pengunjung akan mendapatkan hidangan daging yang masih mentah, namun disajikan di atas hot plate bersuhu tinggi (260 derajat). Hanya dengan mengaduk aduk pelan hidangan di atas hot plate, daging akan matang dengan sendirinya dan siap untuk dinikmati.

Hohoho...aku sudah beberapa kali mencoba resto ini. Maka dari itu begitu sampai di Pepper Lunch sambil menunggu teman-reman lain yang belum datang, kelezatan beef dan chicken pepper rice sudah bermain di benakku.
Selang beberapa menit, acara pun dibuka oleh mba Mora selaku asisten manager Pepper Lunch. Beliau mengenalkan 4 sajian menu baru Pepper Lunch, yaitu The Giant, Curry Rice (Premium Beef & Hamburg Steak), Basil Cream Cheese, dan Double Hamburg with Egg. Menu-menu baru ini sebenarnya sudah ada sejak 2 bulan yang lalu. Respon pengunjung pun bagus akan keempat menu ini. 
Kelebihan dari menu-menu di Papperlunch adalah special butter ala Pepper Lunch. Setiap menu dalam sajian Pepper Lunch diproses dengan standar pengawasan yang tinggi, menggunakan bahan-bahan terpilih, seperti daging sapi yang di impor dari Australia, unagi dari taiwan, salmon dari Norwegia, scallop dan cumi dari Amerika, dan mash banyak lagi bahan utama yang dijaga kualitasnya.

Sebenarnya aku pengin banget mencicipi menu The Giant tapi khawatir tidak bisa menghabiskan porsinya, aku pun memesan Curry Rice (Premium Beef & Hamburg Steak). The Giant, dipesan oleh Fitri rosdiani yang duduk disebelahku.
Sesuai namanya, sajian ini terdiri dari nasi, hamburg steak berbalut saus black pepper ditambah dengan irisan bawang dan irisan daging dengan saus kari. Bumbu kari-nya sangat kental. Tuang tumbu sedikit demi sedikit ke atas beef sesuai seleramu. Atau mau campur bumbu langsung ke atas nasi juga boleh, tetap nikmat kok.

Oiya, Walau tiap hidangan disajikan mentah, jangan khawatir jika kita tidak bisa memasaknya. Cukup minta mas/mbak yang melayani, mereka pun akan memasakannya di depan kita.
Melirik sebentar pada Fitri yg duduk di sebelahku, hhmmm.....sajian The Giant menggiurkan juga. Steak Rib Eye berukuran besar, dengan saus black pepper ditambah dengan mashed potato, fried garlic, jagung dan lain-lain.
The Giant. IDR 179
Sedangkan ini Double Hamburg Steak with Egg. IDR 82.7. Kombinasi hamburg steak dan telur ayam yang disajikan dengan tauge, jagung, dan berbagai bumbu yang menambah kelezatannya.
Jika ingin menu pasta, ada Basil Cream Cheese. IDR 76  Spaghetti yang disajikan dalam saus steak dan saus black pepper, dilengkapi dengan ayam, jamur, dan taburan keju parmesen
Selain 4 menu main course di atas, ada lagi nih yang baru...menu dessert, Hazelnut Mousse Dessert, Mix Berry Ice Cream, dan Strawberry Ice Cream. 
Hhmm...kelihatan enak kan?
Untuk dapat menikmati menu fast food ini terdapat 2 pilihan tempat yaitu Pepper Lunch Express dan Pepper Lunch Resto dimana masing-masing tempat mempunyai pilihan menu main course yang berbeda. Gerai Pepper Lunch Express hadir dengan konsep tanpa servis area. Sudah ada di Senayan City, Pondok Indah Mall, Emporium Pluit Mal, Puri Indah Mal, Mal Ciputra, dan Kuningan City.
Dan tanggal 29 November nanti Pepper lunch express akan ada juga di Botani Square Bogor. Wah, silakan tunggu nih warga Bogor...

Madame Lily Resto/Cafe, Kota Kasablanka

Rabu lalu (29/10) tujuan kulinerku adalah MDL Cafe, kota kasablanca. MDL kokas ini merupakan salah satu cabang dari Resto Signature Madame Lily, Plaza Indonesia. Siang itu, pengunjung masih sedikit, membuat aku menyempatkan diri untuk mengambil gambar cafe ini dari berbagai sisi. Ditambah lagi, supporting staffnya yang ramah membuat aku sedikit cuek berwara wiri.


Konsep interior yang modern minimalis membuat MDL Cafe, Kasablanka terlihat berkelas. Nuansa black & white memenuhi ruangan. Jajaran kursi dan meja tertata tidak kaku. Sehingga tampilan ruang lebih rileks dan teratur.

Cafe ini memiliki ruang VIP yang bisa dipakai untuk special even. Memuat 20 seat, dan terdapat TV besar yang dapat digunakan untuk keperluan tamu. Area ini banyak dipilih para pelaku bisnis, untuk meeting atau press conference. Sering juga dipakai untuk birthday party, bahkan baby shower. Sementara ruang yang lain, selain kursi yang tertata terdapat sofa jika ingin lebih rileks. Hari itu, jika datang agak malam aku bisa beruntung menikmati Akustika, penampilan live akustik yang ada setiap hari rabu jam 7 - 9 malam. Bahkan ada promo buy 1 get 1 juga.



Menu yang tersedia di MDL Cafe, Kasablanka adalah perpaduan Western dan Asian, diolah sedemikin rupa tanpa mengurang rasa aslinya. Menurut Pak Ricko (Operasional Manager Madame Lily Resto), agar siapapun yang berkunjung ke tempat ini merasakan kembali masakan daerah asalnya. Disajikan secara ala carte dan buffet (request). Harganya pun tidak mahal. 
Cafe ini mempunyai beberapa menu favorit, diantaranya Nasi Goreng Gila dengan sambal balacan, dan Spaghetti Tuna sambal Matta (Bali). Tetapi karena aku sudah pernah merasakan dua menu itu, kali ini aku ingin mencicipi menu andalan yang lain.

Spaghetti Barramundi Pesmol, menu pertama yang membuat aku kagum. Ikan barramundi merupakan ikan kakap putih. Hidangan ikan barramundi dalam berbagai menu merupakan hidangan popular yang digemari di seluruh negara sepertinya. Sudah pasti karena tekstur daging yang empuk dan cita rasanya yang lezat. Dalam menu ini disajikan sebagai penikmat dari spaghetti yang disiram dengan bumbu pesmol. Bumbu pesmol yang sangat kental menambah kuat nikmatnya Spaghetti Barramundi Pesmol ini. Luar biasa nikmat. Perpaduan Indonesian dan Italian.
Barramundi Pesmol. IDR 85
Nasi Bakar Teri & Sate Maranggi.
Nasi Bakar Teri Sate Maranggi merupakan menu yang mengenyangkan. Nasi yang dicampur dengan ikan teri , kemangi dibungkus dengan daun pisang lalu dibakar. Nasi ini disajikan dengan taburan serundeng, sangat menggoda lagi karena ditemani sate maranggi dan sambalnya. Sate maranggi merupakan khas makanan Purwakarta, Bumbu khas sate meresap pada daging sapinya dan terasa cukup empuk. Ini juga paduan rasa yang menggoda selera.
Nasi Bakar Sate Maranggi. IDR 65


Iga Balado Ravioli. 
Ini wajib dicoba. Perpaduan Western dan Asian. Masih ada yang belum tau apa itu ravioli?Ravioli adalah sejenis pasta yang dicetak mirip bantal dan didalamnya diisi dengan apa saja sesuai selera. Nah, di menu ini sesuai namanya, ravioli diisi dengan daging iga cincang. Ravioli-nya digoreng. Mendengar kata Iga balado, aku jadi ingat masakan manado. Pedas-pedas nikmat. Garnishnya daun kemangi.
Iga Balado Ravioli. IDR 65
Untuk pilihan berkuah, ada Thai Fish Soup. Aroma nikmatnya sup ini sangat tercium dari asap yang menyebar. Gabungan rasanya, satu mangkuk saja cukup menggetarkan lidah. Thai Fish Soup ini sangat menyehatkan. Ikan yang pakai adalah ikan dori. Penggunaan Ikan Dori untuk menu sup sekarang ini sudah tidak asing. Karena selain kaya manfaatnya, rasa dagingnya gurih dan lembut. 
Thai Fish Soup. IDR 16
Wait, jangan cepat beranjak, just stay dan nikmati menu penutup. Red Velvet Cake dan Ice Putri Salju. Red velvet cake disajikan dengan topping Cheesse cream dan keju ricota dipadu dengan es krim stroberry. Aku suka banget keju ricota-nya. Keju ricota-nya memiliki rasa yang tidak terlalu manis dengan tekstur yang lembut dan warna yang putih gading. Jangan ditanya rasa cake ini. Ruuar biasaaa....!
Sedangkan es putri salju, seru banget rasanya. Tapi kenapa ya namanya pake putri salju segala? Padahal tampilannya lebih berwarna warni. *lupa nanya
Red Velvet cake. IDR 39
Ice Putri Salju. IDR 30
Untuk minuman, aku mencoba ExoticTropical Fruit. Disajikan unik dengan gelas yang mirip dengan gelas percobaan di laboratorium. Paduan strowberi, potongan peach, selasih, dan soda. diminum siang hari pasti suegeeer tenan....
Exotic Tropical Fruit. IDR 40
Hhmmm...kepengin?
Menikmati sajian siang di MDL Cafe, Kasablanka hari itu sungguh-sungguh memanjakan lidahku. Tidak hanya menyajikan western dan asian menu, tapi juga memadukan keduanya menjadi satu masakan baru. Dan semua cita rasa-nya sangat lezat. Terlebih lagi, harga yang sangat bersahabat. Juga supporting pelayannya yang ramah-ramah. Recomended!


Other:

           Open daily:  10 am - 9 pm (weekdays); 10 am - 2 am (weekend)

           Kapacity : 120 seat
           
           Promo:      
                     - Lunch Packages (monday - Thurday). Free Ice Tea or Vanila Ice Cream
                     - Acoustic Performance (wednesday). 6.30 pm - 9 pm.
                     - Ladies hour (thurday). 6.30 pm - 9 pm. Pay 1 get 2 cocktails.
           
           Location :  Food Society #20
                            Kota kasablanka
                            Jl. Kasablanca Raya Kav, 88
           Telp : 021 - 294 888 00

           Twitter : @mdmlily    FB : madamelilyIndonesia   

Colours of India : Cita Rasa India Hotel Berbintang

Sebagai ibukota dan pusat bisnis tersibuk di Indonesia, Jakarta punya banyak pilihan hotel untuk para pendatangnya. Entah sekedar berkunjung untuk liburan dan bersantai ataupun urusan bisnis, Jakarta seolah tidak pernah kehabisan hotel untuk dipilih. Tetapi, kemacetan yang semakin parah di Jakarta tentunya membuat wisatawan lebih nyaman memilih hotel yang berada dekat dengan destinasi incaran atau tempatnya berbisnis. Selain itu, ada baiknya juga kalau hotel yang akan dipilih memiliki tempat makanan atau pusat kuliner.
Wisata kuliner, adalah salah satu tujuan populer orang melakukan perjalanan wisata. Mencicipi hidangan khas yang dimiliki masing-masing negara, pastilah mendatangkan kepuasan. Namun, bila belum sempat datang berkunjung langsung ke negara idaman, tak berarti petualangan kuliner terhenti.
Seperti yang aku rasakan saat mencicipi kuliner India di Signature Restaurant, 4 Oktober silam. Signature Restaurant bukanlah restaurant India, tetapi dari tanggal 2 - 17 Oktober, restaurant yang berada tepat di Hotel Indonesia Kempinski ini mempersembahkan Colours of India, merupakan acara yang diadakan untuk mengawali Festival Diwali yang jatuh pada bulan Oktober 2014.
Colours of India menampilkan hidangan authentic yang menawarkan cita rasa tingi sajian khas India. Begitu memasuki Signature Restaurant, ambience sangat terasa dengan sentuhan dekorasi ala negeri Mahatma Gandhi. Ditampilkan juga pertunjukan tari tradisional India pada 4, 5, 11 dan 12 Oktober. Selama tanggal tersebut, koki India juga akan mengadakan demo memasak secara live.
Selain itu, ada amal dan undian menarik bagi pengunjung yang membeli suvenir India seharga 100 ribu. Hadiah utama adalah satu-malam menginap di Presidential Suite senilai hampir Rp 200 juta! Sedangkan dana amal akan digunakan untuk memberikan beasiswa satu bulan untuk setiap siswa SD Pembangunan Masyarakat di Gunung Sahari, yang orang tuanya kebanyakan pembantu rumah tangga dan pekerja konstruksi.
Properti khas India. (Foto:Tanti Neng Amalia)
Menu yang disajikan dalam Colours of India sangat bervariasi. Selain authentic, beberapa makanan disesuaikan dengan kondisi lidah lokal dan ekspatriat. Beberapa mitos makanan India yang selalu spicytoo sweet, and vegetarian only tidak ku temukan di sini. Masakan India memang biasanya kaya rasa karena penggunaan bumbu serta rempah-rempah yang beraneka ragam. Untuk makanan pokoknya banyak terdiri dari berbagai macam kacang-kacangan, roti, beras, acar, sayuran yang dimasak berupa kari India. Penggunaan rempah-rempah sebagai bumbu penyedap bermanfaat membantu untuk membangun nafsu makan. Rempah-rempah seperti kayu manis atau kapulaga merupakan bahan yang sering digunakan pada masakan India, bahan-bahan ini yang meminjamkan rasa yang pasti dan bermanfaat untuk pencernaan. 


Masakan India sebenarnya bervariasi sesuai dengan daerah dan budaya. Di sini, rasa dan bahan utama berubah tergantung daerah dan budayanya. 
Yuk, kita cari tahu sama-sama, apa dan bagaimana rasa makanan India yg sempat ku cicipi di Colours of India Signature Restaurant Hotel Kempinski, Jakarta :

Makanan pertama yang pertama ku hampiri berupa makanan pembuka. Aku lupa namanya, terdiri atas beberapa potong daging ayam panggang, gulungan ikan salmon panggang dan martabak. Disajikan dengan aneka saos. Tapi maaf, aku lupa memfotonya. 
Makanan pembuka ini aku suka semua, terutama ayam panggang dan salmon. 

Mutton Yakhni Pulao 
Mutton Yakhni Pulao, Rice cooked together with mutton and curd
Penampakannya seperti hidangan nasi kebuli, nasi yang dimasak dicampur dengan daging kambing. Yang unik adalah ada tambahan yoghurt dan lada hitamnya yang sengaja dicampur bulat-bulat. Ini merupakan nasi khas India. Menggunakan beras basmati, beras yang mempunyai aroma dan keunikannya. Unik karena butiran yang panjang dan aromanya seperti kacang merupakan suatu kekhasan beras yang berasal Pegunungan Himalaya yang membentang antara India dan Pakistan. Beras Basmati mengandung karbohidrat, protein, sedikit Lemak, serat, vitamin, dan mineral. 
Hidangan Pulao merupakan salah satu hidangan India Selatan yang populer.   

Butter Chicken 
Setelah mencicip Mutton Yakhni tadi disusul dengan hidangan Butter Chicken. Butter Chicken ini berbumbu kental, dan sudah pasti ini sangat kaya akan bumbu dapur. Aku tidak tahu persis campuran bumbunya, tapi setidaknya aku mengenali ada rasa tomat,bawang merah, dan bawang putih, cabai, garam, kapulaga, jahe, ketumbar, kayu manis dan entah apalagi. Dan barangkali ada susu. Bahan utamanya tentu sesuai dengan namanya yakni daging ayam dan mentega. Aku suka rasa masakan ini. 

Dum Aloo Lucknowi 
Dum Aloo Lucknowi, Baby Potato in sweet and sour gravy
Dum aloo itu artinya baby potato, alias kentang kecil-kecil. Lucknowi dum aloo adalah salah satu kari India utara yang paling banyak disukai. Baby potato digoreng dan kemudian dimasak dengan bumbu kari, banyak rempah-rempah seperti cabe merah, bubuk adas, bubuk kapulaga, jinten bubuk-ketumbar, jahe, bawang putih. Penampakannya antara mirip kari dan semur, ada rasa dari asem jawa (imli). 

Dhiwani Handi 
Dhiwani Handi, vegetable curry
Ini semacam olahan sayuran. Mirip sayur godog (iih, masih kebayang aja sajian Idul Adha kemaren). Campuran kentang, kacang polong, wortel, dan jagung pipil. Agak pedas. Rasanya juga sangat menyengat, antara jahe, bawang putih, dan ketumbar. Disajikan dengan taburan daun ketumbar yang dicincang. Dhiwani Handi ini harus disajikan panas. Dimakan untuk toping roti canai juga enak loh. 

Shahitukra
Shahitukra, fried bread in saffron condensed milk
Ini merupakan makanan penutupku. Roti goreng dalam susu kental saffron. Ini adalah hidangan Hyderabadi. Konon, jaman dahulu ini biasa dihidangkan untuk sebuah pesta makan malam besar. Paling enak disajikan dingin.
Shahitukra ini ada campuran kacang mete, irisan almond, kacang pistachi, susu evaporated, bubuk kapulaga, dan sejumput saffron.
Saffron adalah jenis rempah kering yang didapat dari putik bunga Crocus sativus asal Mediterania. Rempah bumbu ini umumnya digunakan di dapur Eropa, Timur Tengah, dan Asia, khususnya India (Kashmir) dan Iran. Selain memberikan warna jingga keemasan, saffron juga menyumbang aroma khas pada kari, berbagai hidangan nasi, atau dessert. Meski begitu, penggunaannya tetap harus dibatasi, karena jika berlebihan dapat menimbulkan rasa pahit. Jika tidak ada, dapat diganti dengan kunyit atau pewarna kuning makanan.

Ada juga Besan Halwa dan makanan penutup lainnya. Karena aku tau rasanya manis semua, aku memilih mencicipi roti canai. Roti canai sudah familiar di Indonesia, biasanya bisa ditemukan di rumah makan Aceh. Roti ini sangat pipih karena dibuat dengan cara diputar hingga tipis, kemudian dilipat dan dipanggang dengan minyak, atau bisa pula dengan menebarkan adonan setipis mungkin di atas panggangan. Aku biasanya menjumpai roti canai dihidangkan dengan kari kambing, tapi kemaren banyak pilihan pasangan roti pipih ini. Dan aku memilih dimakan dengan kulcha.
roti canai
Bagaimana dengan minuman khas India? Aku tidak sempat mencobanya. Orang India senang minum air putih sewaktu makan karena dianggap tidak mengacaukan rasa makanan.
Walaupun aku hanya mencoba sedikit dari setiap makanan yang jenisnya banyak itu, perut terasa sangat kenyang.
Merupakan pengalaman kuliner yang menarik.
  1. Signatures Restaurant (located on the ground floor of Hotel Indonesia Kempinski)
  2. Location :  Jalan M.H. Thamrin No.1, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310
  3. Telepon : (021) 2358 3898
  4. Opening Hours :
  5. From Thursday 2 October to Friday 17 October 2014
  6. For weekend brunch or weekday lunch (12.00 to 15:00) and dinner (from 18.00 to 22.00)
  7. Price :
  8. Lunch buffet IDR 248,000 ++; Dinner buffet IDR 268,000 ++ (includes all food and teh tarik);  Brunch buffet IDR 338.000++ (includes all food and beverages); Brunch buffet with live cooking demo IDR 450,000++

Bersama chef Aswani Kumar Singh, chef tamu yang didatangkan lansung dari New Delhi

Pilihan Kuliner Nusantara : "Sulawesi Nyamanna'...Pe sadap"

Mau menikmati masakan nusantara dalam satu waktu? Hhmm...Coba saja datang ke Festival Kuliner Serpong yang ada di Summarecon Mall SerpongMencicipi masakan mulai dari masakan khas Jakarta sampai masakan khas Bali, semua ada. Atau mencicipi masakan dengan rasa nyeleneh, masakan khas Sulawesi? Itu pilihanku.

Festival Kuliner Serpong  ini bisa dinikmati sampai dengan tanggal 7 September 2014 loh. Tema yang diusung adalah "Sulawesi Nyamanna'...Pe sadap". Nah, buat pecinta kuliner nusantara, saatnya nih menikmati aneka makanan khas daerah Makassar, Manado, dan Gorontalo.

Dan ini dia aneka kuliner Selawesi yang berhasil kunikmati di Festival Kuliner Serpong 2014...
Coto Makasar 
Siapa juga yang tidak kenal masakan khas Sulawesi Utara ini. Makanan sejenis soto yang berisi jeroan (isi perut) sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus. Hidangkan dengan taburan daun bawang dan irisan bawang goreng, untuk menambah pedas dapat ditambahkan sambal yang beda dari biasanya. Coto dihidangkan dalam mangkuk dan dimakan dengan burasa (ketupat). 

Ikan Tude Bakar Rica 
Ikan yang digunakan bisa ikan kembung banjar atau ikan tongkol. Ikan tude-nya dibakar diatas bara api hingga matang dan kecoklatan, lalu disiram dengan bumbu rica-rica. Bumbunya terbuat dari irisan bawang merah, cabai rawit, tomat, dan sedikit rasa jeruk nipis, yang ditumis sebelumnya.

Sop Konro / Konro Bakar
Harus masuk dalam antrian panjang saat aku memesan sop konro ini di Festival Kuliner Serpong. Ini merupakan masakan khas Sulawesi yang paling banyak diminati oleh pengunjung. Pilihan variasinya ada dua, tulang iga dibakar bersama siraman bumbu kacang, atau yang langsung direbus bersama kuah seperti sop iga pada umumnya. Mau dibakar atau direbus biasa di dalam kuah sop, tulang iga ini tetap enak disantap. Aroma rempah khas Indonesia sangat terasa pada daging iganya.

Mie Cakalang Rebus
Menu Mie Cakalang (rebus) ini ku dapat di tenant Mie Cakalang Rumah Palem Festival Kuliner Serpong 2014. Ada 3 jenis masakan yang menggunakan ikan cakalang, yaitu mie goreng cakalang, mie rebus cakalang, dan nasi goreng cakalang. Ikan cakalang yang dipakainya pun berbeda-beda. Untuk Mie cakalang rebus memakai ikan cakalang fufu. Disajikan dengan irisan daun bawang yang banyak, jeruk nipis, dan pasti....sambal.

Jajanan Sulawesi

Sebenarnya aku kurang mengenal kue-kue khas Sulawesi, tapi rasa penasaran yang akhirnya membuatku tergiur juga untuk mencicipinya. Ada Balapis (kue lapis, rasanya legit dan aku suka banget!), Biapong goreng (nama lain dari bakpau), Apang Coe (mirip kue apem gula merah yang ditakir daun pandan), dan....
Jajanan yang menjadi santapan terakhirku di Festival Kuliner Serpong 2014 adalah....Lumpia Sulawesi. Kulit lumpianya garing saat digigit. Isinya ada irisan bengkuang, ebi, dan bawang putih. Nikmat disantap dengan cocolan sambal tauco khas Makassar.


Wah, benar makanan-makanan khas Sulawesi ini bisa menggoyang lidah. Keberanian memasukkan berbagai bumbu membuat setiap makanannya selalu dicari orang. Setelah sebulan yang lalu menikmati aneka masakan khas manado di salah satu restoran Jakarta, senang bisa menikmatinya kembali di Festival Kuliner Serpong ini


Kedai Fatimah Bogor

Keinginan menikmati makan di alam terbuka dengan nyaman dan aman kian hari terasa kian meningkat. Bagi aku yang mulai bosan dengan nongkrong di citywalk, lebih memilih tempat makan yang bisa dinikmati bersama anak-anak. Maunya setelah tenggelam oleh aktivitas seharian, bisa duduk santai, mendengarkan musik, menikmati hidangan bersamaan dengan menikmati alam terbuka.

Lalu menujulah aku kesini, tepatnya setelah jembatan panjang jalan KH. Abdullah bin Nuh arah perepatan SBJ berdiri Kedai Fatimah .
Kedai Fatimah merupakan resto keluarga, tempat nongkrong yang santai, juga tempat olahraga futsal yang asyik. Boleh jadi resto ini belum ada yang menyamai kenyamanannya di daerah Bogor barat.

area bermain anak
Kandang kambing. Hari Sabtu/minggu biasanya kambing di keluarkan dar kandang dan anak-anak bebas memberi makan.
Betapa tidak, di lahan seluas 1 hektar tanah, selain menjadi tempat makan yang nyaman, area bermain yang luas, tersedia juga lapangan futsal untuk janjian olahraga bersama teman se-genk.
Jika kita bersama keluarga (anak-anak) silakan menikmati makanan tanpa khawatir, karena tersedia tempat bermain anak yang luas. Bahkan anak2 bisa bebas memberi makan kambing di area kandang kambing sebelah utara resto ini. 
Sedangkan keberadaan lapangan futsal lebih dulu ada sebelum resto ini dibuka. Malahan, mungkin resto dibangun untuk melengkapi fasilitas lapangan futsal.




Di hari-hari biasa, kedai fatimah tempat yang asyik untuk makan siang bersama teman kantor.
Ada saung-saung yang luas bisa menjadi pilihan jika kita datang bersama keluarga besar, atau genk arisan. Atau jika ingin makan sambil menikmati live music bisa memilih duduk dalam resto.
mushola
Aku dan keluarga sangat menikmati sabtu siang hingga sore di sana. Menikmati hidangan dan menikmati indahnya sore di ruang terbuka. Jangan khawatir tidak mendengar suara bedug atau adzan magrib, sebab ada mushola di tengah resto.
Di sekeliling mushola ada kolam kecil tempat terapi ikan. Pengunjung bisa bebas merasakan terapi ikan ini tanpa dikenakan biaya

Dengan mulai berkembangnya daerah Bogor barat, kedai Fatimah ini dapat menarik minat warga Bogor dan sekitarnya untuk berkunjung ke sini. Paling tidak menjadi tempat alternatif bagi warga Bogor barat, daripada ikut bermacet ria.
Hidangan yang disajikan sangat bervariasi. Dari aneka masakan laut, seperti kepiting, udang, cumi, dan ikan sampai masakan sunda seperti karedok, jengkol, dan aneka sambal. Sebagai makanan camilan, ada colenak, peuyeum goreng, dll.
Ini Colenaknya. Aku suka kalau daging kelapanya lebih muda lagi.

Bersama Pak Didin, Pemilik Kedai Fatimah