T e m u k a n T e m p a t d a n M a k a n a n F a v o r i t m u !

Menikmati Masakan Khas Sulawesi di Hotel Indonesia Kempinski




Ada Daging Pantallo, Ayam Gagape,  Sayur Poki-Poki,  dan Sayur Bunga Pepaya yang menjadi santapan siangku hari itu. Sedangkan Sop Konro dan Coto Makassar sengaja tak ku cicipi. Takut ketagihan...hihihi.
Untuk dessert-nya aku mencoba Klapertaart dan Barongko. Barongko merupakan makanan khas daerah Sulawesi Selatan, terbuat dari pisang yang dikukus bersama santan dan dibungkus dengan daun pisang. Barongko merupakan makanan penutup yang biasa disajikan bagi para raja. Sedangkan klapertaart, siapa yang tidak mengenal penganan dari Sulawesi Utara (Manado) ini. Hampir semua masyarakat nusantara mengakui kelezatannya. Biasanya membuat klapertaart dengan cara dipanggang, tetapi klapertaart ini tidak dipanggang, sehingga menghasilkan tekstur yang sangat lembut. Agak agak mirip custard.
Untuk masakan khas Maluku ada Gohu Tuna. Sajian ikan tuna mentah yang di siram dengan saos khas. Ini semacam shasimi Indonesia. Tetapi aku tak bisa mencobanya, tidak terbiasa memakan ikan mentah.

Barongko. Sulawesi Selatan - Makassar
Gohu Tuna

Iya, siang itu, Sabtu 5 September 2015, aku berkesempatan menikmati makan siang di Signature Restaurant, Hotel Indonesia Kempinski. Menurut jadwal, siang itu menu yang disajikan berasal dari pulau Sulawesi dan Maluku. Sengaja aku memilih menu daerah ini.
Berada kembali di Signatures Restaurant, kali ini Hotel Indonesia Kempinski Jakarta mempersembahkan sajian kuliner Indonesia dengan tema "5 Islands in 5 Weeks" . Acara ini diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke 70, dan juga perayaan ulang tahun Hotel Indonesia Kempinski Jakarta ke 53. Adapun maksud dari tema 5 Island in 5 Weeks adalah untuk mengangkat sajian-sajian khas dari 5 pulau besar di Indonesia. 
Dan menu Sulawesi yang kucicip hari itu menjadi menu dari pulau terakhir yang dihadirkan. Sebelumnya ada menu Sumatera (5-11 Agustus), Jawa (12-18 Agustus), Bali-Lombok (19-25 Agustus), dan Kalimantan (26 Agustus-1 September).

Signature Restaurant

Menilik masakan Sulawesi sebenarnya sangatlah banyak dan beragam. Ini dikarenakan Sulawesi terbagi menjadi 6 provinsi, yaitu sulawesi selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Gorontalo. Dengan keberagaman adat dan budaya,  kekayaan makanan khas-nya pun jadi sangat beragam pula. 
Dan ikan menjadi andalan utama sebagai lauk juga campuran pada beberapa masakan. Sulawesi Tengah (Palu) misalnya, yang dikelilingi oleh lautan, maka hasil lautnya berupa ikan yang berlimpah membuat ikan menjadi hidangan nomor satu.
Secara keseluruhan masakan daerah Sulawesi memiliki rasa yang lebih kuat dan pedas, dibanding dengan masakan daerah asalku, Jawa Tengah yang cenderung memiliki rasa manis.

Sambil bersantap para pengunjung dihibur oleh tarian daerah Sulawesi.
"Sudah mencicipi udang tuturuga? Enak loh," begitu tawaran Chef Petty sambil membawa sebuah wadah yang kemudian ia letakkan di sebelah tulisan "Prawn Tuturuga". Aku pun langsung mengambil beberapa potong udang ke atas piring. Jadi ingat, kalau Sulawesi di tahun 2015 ini memang diharapkan untuk menjadi basis udang nasional.


Dengan masih memegang piring, aku pun berkenalan dengan perempuan yang memakai apron ini, Chef Petty Elliot. Guest Chef untuk acara 5 Islands in 5 Weeks, khusus untuk masakan Sulawesi-Maluku.
Untuk kemudian, beliau menawarkan lagi kekhasan lainnya lagi dari masakan Sulawesi, yaitu pisang, ubi, dan singkong. "Orang Sulawesi menggunakan pisang, ubi dan singkong sebagai pengganti nasi dalam menu sajiannya," begitu penjelasan sang chef yang sudah sering didaulat menjadi guest chef hampir di semua hotel bintang lima di Jakarta.

Pernah mengikuti audisi memasak di Inggris, Chef Petty memang senang memasak masakan Indonesia dan senang mengundang tetangganya untuk mencicipi masakannya. 

Sabtu itu, sambutan ramah dari pihak Signature benar-benar membuat aku begitu menikmati sajian kuliner Sulawesi. Apalagi Chef Petty Elliot juga sangat ramah menjelaskan kepadaku tentang ciri  khas dari makanan daerah yang beliau masak hari itu. Suatu kesempatan yang sangat berharga bisa duduk ngobrol dengan beliau.. Berawal karir di Indonesia (2001) sebagai seorang food writer di salah satu majalah ibukota, sebuah majalah yang konsen pada kaum ekspatriat. Beliau menulis tentang masakan Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia dan masakan Eropa yang menggunakan bahan-bahan lokal.  Meski bersuamikan orang Inggris, namun darah Manado nya membuat ia tetap mencintai masakan Indonesia. 
Dan sampai sekarang beliau masih konsisten menulis di Now Jakarta Magazine dan Jakarta Globe.
Menurut chef yang juga hobi travelling ini, ia selalu terinspirasi memasak dari mengunjungi pasar-pasar di tiap daerah yang ia singahi. "Budaya makanan suatu daerah/negara adalah berasal dari pasar," begitu ujarnya..


Sebenarnya siang itu aku penasaran kepengin mencoba papeda ikan tongkol, yang juga merupakan makanan khas daerah sagu ini, tetapi baik papeda ikan tongkol dan ikan kuah khas Maluku tidak kujumpai.
Namun demikian, semua sajian khas Sulawesi yang berhasil ku cicipi telah  membuat rasa penasaranku akan masakan khas Sulawesi terpenuhi.
Salut dengan ide hotel bintang 5 ini dalam merayakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia, mengingat yang datang ke restourantnya banyak warga dari negara lain juga. Semoga kuliner nusantara bisa menjadi kuliner favorit di mancanegara.



17 komentar:

Beauty Asti1 mengatakan...

waaahh hari ini terakhir.. seandainya aku tahu dari kemarin kemarin.. ingin juga mencicipi masakan khas sulawesi itu seperti apa ya.. seems delicious.. btw itu masakan yang warna pinky pinky cantik itu namanya apa ya mba?

Dwina Yusuf mengatakan...

Beauty asti ---> itu gohu ikan tuna, mba

Pengobatan Bronkitis mengatakan...

pengen menyicipi

Diah woro susanti mengatakan...

Wah, aku malah ga nemu konro..padahal kepengen banget, apa ga liat ya.. siwerr.. hahaha

Liswanti Pertiwi mengatakan...

Siip deh saya belum pernah makan semuanya hiks hiks.
Baru nyicip konro aja, yg laen belooom

Dwina Yusuf mengatakan...

Siwer krn bingung mau ambil yg mana duluan ya....hahaha

suria riza mengatakan...

jadi gagal fokus liat kecantikan mbak ayo makan :*

yuli yulia mengatakan...

glek.. baca postingan ini pas subuh.. sirius mak dwin.. perut kruyuk-kruyuk, tanggung jawab nih :D

Dwina Yusuf mengatakan...

Hahaha...

Dwina Yusuf mengatakan...

Yuk, kita makan dimanaa...

Evrinasp mengatakan...

mengilerkan sekali makanan2nya, makanan sulawesi yang pernah dicoba cuma coto makassar sama pisang epe hehe

Fatimah mengatakan...

mau dong udang

liannyhendrawati mengatakan...

Waduh salah masuk nih, malem2 bw disini bikin laper :)

Wiwiek mengatakan...

Aaah, udang tuturuganya bikin ngences ih. Pengiiin ....

Yulia Rahmawati mengatakan...

Saya jadi lapar, Maaak... :)

Nefertite Fatriyanti mengatakan...

Cieee, ikut menari nih critanya, btw, seneng yaa sempat ada acara tariannya, ajdi semakin tahu budaya Sulawesi tuuh

ssh haixian mengatakan...

terima kasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat ini. semoga memberikan manfaat bagi pembacanya. saya memiliki artikel sejenis yang bisa anda kunjungi di sini pariwisata

Posting Komentar